speed switch wiring diagram-Masusskita

Wa 6282224225165-Speed Switch (Saklar Kecepatan) adalah perangkat keselamatan vital yang memonitor kecepatan rotasi poros, drum, atau puli pada mesin industri seperti konveyor, bucket elevator, atau kipas besar. Tujuannya adalah untuk mendeteksi kondisi berbahaya seperti berhenti mendadak (zero speed) atau perlambatan yang tidak normal (under speed) sebelum terjadi kerusakan peralatan atau, yang lebih penting, kecelakaan.

Memahami diagram pengawatannya (wiring diagram) adalah kunci untuk instalasi dan pemeliharaan yang benar.

1. Memahami Komponen Dasar Sistem Speed Switch

Sebelum melihat diagram, kenali tiga komponen utama yang akan dihubungkan:

KomponenFungsi Utama
Speed Switch Unit (Relay)Unit elektronik utama yang membandingkan frekuensi pulsa (RPM) dari sensor dengan setpoint yang telah diprogram. Mengaktifkan output relay jika batas kecepatan terlampaui.
Sensor Proximity (Proximity Sensor)Sensor non-kontak (umumnya Induktif) yang mendeteksi setiap kali gigi, baut, atau target logam pada poros berputar melewatinya, menghasilkan pulsa listrik (frekuensi).
Target (Pulser Disc)Objek logam yang berputar, seperti roda gigi atau pulser disc khusus, yang menjadi sumber pulsa untuk dideteksi oleh sensor.

2. Diagram Pengawatan Dasar Speed Switch (3-Wire DC)

Mayoritas Speed Switch modern menggunakan konfigurasi 3-kawat (atau 4-kawat untuk output ganda) dan beroperasi pada tegangan DC (24VDC) atau AC (220VAC). Diagram berikut berfokus pada konfigurasi DC yang paling umum.

Daya dan Sensor

Pada langkah ini, kita menghubungkan unit Speed Switch ke sumber daya dan sensor pulsa.

Koneksi Sensor ke Speed Switch Unit:

Speed Switch modern sering memiliki koneksi khusus untuk sensor proximity, biasanya ditandai dengan Input Sensor (S).

  1. Sensor Proximity (3-Kawat):
    • Cokelat (BN): Hubungkan ke +24 VDC (Power Supply Positif).
    • Biru (BU): Hubungkan ke 0 VDC / GND (Power Supply Negatif).
    • Hitam (BK): Hubungkan ke Terminal Input Sensor (S) pada unit Speed Switch.

Koneksi Daya ke Speed Switch Unit:

Unit Speed Switch membutuhkan daya terpisah untuk beroperasi.

  1. Daya Unit:
    • Terminal L+ / P+ / V+: Hubungkan ke +24 VDC.
    • Terminal L- / P- / V-: Hubungkan ke 0 VDC (Ground).

Pengawatan Output Kontrol (Relay)

Output Speed Switch adalah kontak relay yang digunakan untuk mengaktifkan alarm, mematikan motor, atau memberi sinyal ke PLC (Programmable Logic Controller).

Speed Switch umumnya memiliki kontak relay:

  • COM (Common)
  • NO (Normally Open): Kontak tertutup (ON) saat kecepatan berada di atas setpoint. Kontak terbuka (OFF) saat terjadi alarm (kecepatan di bawah setpoint).
  • NC (Normally Closed): Kontak terbuka (OFF) saat kecepatan di atas setpoint. Kontak tertutup (ON) saat terjadi alarm.

Aplikasi Umum: Menggunakan kontak NC untuk fungsi Under Speed.

  1. Pengawatan Under Speed (Alarm Aktif saat Gagal/Pelan):
    • Hubungkan terminal COM ke sumber daya kontrol (misalnya, +24VDC atau 220VAC, tergantung beban).
    • Hubungkan terminal NC ke beban kontrol (misalnya, koil kontaktor motor Stop, atau input PLC).
    • Jika kecepatan normal, kontak NC terbuka, motor beroperasi. Jika kecepatan turun di bawah setpoint (alarm), kontak NC menutup, menyuplai daya ke koil Stop dan mematikan motor.

3. Diagram Pengawatan untuk Fungsi “Zero Speed” (Anti-Stall)

Fungsi Zero Speed (Kecepatan Nol) adalah kasus khusus dari Under Speed, di mana setpoint diatur mendekati 0 RPM (misalnya, 5-10 RPM). Ini sering digunakan untuk:

  • Mencegah start ulang mesin saat poros masih berputar.
  • Mendeteksi kegagalan mekanis (seperti poros putus) ketika motor masih berjalan.
KondisiKecepatan vs SetpointStatus Kontak NCAksi
Normal BerputarKecepatan > SetpointTerbuka (OFF)Motor jalan
Alarm (Stall)Kecepatan < SetpointTertutup (ON)Motor dimatikan / Alarm berbunyi

Langkah Pengawatan

Untuk aplikasi ini, Anda akan menghubungkan kontak NC ke rangkaian kontrol motor (misalnya, koil Kontaktor Utama K1).

  • Tujuan: Jika motor berjalan (diberi sinyal start), tetapi Speed Switch mendeteksi kecepatan 0 RPM, maka Speed Switch harus memotong daya ke koil Kontaktor K1, mematikan motor.
  1. Rangkaian Interlock: Masukkan kontak NC dari Speed Switch secara seri ke jalur daya koil Kontaktor K1 (atau melalui input PLC).
  2. Sinyal Reset: Speed Switch canggih memiliki terminal Reset (R). Anda perlu menghubungkan tombol tekan Momentary Reset (NO) antara +24VDC dan terminal R. Operator harus menekan tombol ini untuk membersihkan alarm setelah kondisi kecepatan rendah dihilangkan, memungkinkan mesin untuk start kembali.

4. Tips dan Kesalahan Pengawatan Umum

Kesalahan yang Harus Dihindari:

  1. Polaritas Terbalik: Selalu pastikan terminal L+ terhubung ke positif (+V) dan L- ke negatif (0V/GND) pada unit DC. Polaritas terbalik dapat merusak unit atau menyebabkan sensor tidak berfungsi.
  2. Noise/Gangguan Elektromagnetik (EMI): Jangan menjalankan kabel sensor dan kabel daya AC (220V) atau kabel motor yang besar dalam saluran (conduit) yang sama. Gunakan kabel berpelindung (shielded cable) untuk sensor dan grounding pelindung dengan benar.
  3. Kelebihan Beban Output Relay: Pastikan rating arus (Amps) pada koil kontaktor atau beban lain yang dikendalikan oleh Speed Switch tidak melebihi rating maksimum kontak relay (misalnya, 5A @ 250VAC). Gunakan relay bantu jika beban terlalu besar.

Tips Praktis:

  • Penargetan yang Konsisten: Pastikan jarak (Air Gap) antara sensor proximity dan target (pulser disc) diatur dengan benar dan konsisten. Jarak yang salah adalah penyebab utama pembacaan yang tidak akurat.
  • Pengaturan Pulsa: Saat mengonfigurasi Speed Switch, pastikan Anda memasukkan jumlah pulsa per rotasi (misalnya, 60 gigi/pulsa per rotasi) ke dalam pengaturan unit.
  • Waktu Tunda (Time Delay): Atur waktu tunda (Start-up Delay dan Trip Delay) yang tepat. Start-up Delay mencegah false trip saat mesin sedang mempercepat dari 0 RPM, dan Trip Delay mencegah false trip akibat fluktuasi kecepatan sesaat.

Dengan mengikuti diagram pengawatan yang tepat dan menghindari kesalahan umum, Anda dapat memastikan Speed Switch beroperasi secara andal, meningkatkan keselamatan peralatan, dan mencegah waktu henti operasional yang tidak direncanakan.

Kata-kunci:

sensor kecepatan, monitor kecepatan, pengawas kecepatan, speed monitoring device, zero speed switch, under speed switch, over speed switch, speed sensing relay, speed control device, speed sensor, tachometer relay, alat pengukur kecepatan putaran.

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Scroll to Top